Hal ini sangat kusukai dan Ratih tahu itu. Bokeb Ratih datang dan duduk mengangkangi kedua kakiku.Dia suka sekali memakai daster pendek di atas lutut dengan CD yang terlihat bila angin bertiup agak kencang atau ketika ia mengangkat kakinya. Saya hanya manggut-manggut saja mengiyakan sambil terus berjalan menuju kelas kami.“ Eh, kamu ini lucu juga yah, dari tadi senyum-senyum sendiri, hhe… ”,Saat itu dia tertawa kecil, beuhh manisnya temanku ini. Saat itu beberapa senior saya-pun mengeroyokku, karena mereka tidak mempunyai ilmu beladiri mereka-pun terjatuh satu persatu menerima tendangan dan pukulan tanganku. Setelah itu ada salah satu senior yang cukup bijak, mendekat dan melerai kami, kemudian kami semua-pun diberi hukuman.Hukuman kami kali ini masuk akal layaknya ospek normal.




















