Ibu Tiri Dan Anak Tiri Bagian Pertama, Makin Panas Makin Liar

Berusaha menyembunyikan pikiranku kujawab seadanya,
“Ah nggak melamun kok, cuma membayangkan rasanya dicubit hantu seperti yg Mbak tadi bilang”. Bokeptoket “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. Aku menggelengkan kepala saja dan meneruskan merokok. Kulihat Indah duduk didepan meja dan mengeluarkan bungkusan yg berisi beberapa roti basah diatas meja. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. Setelah melahap 3 potong roti, aku bertanya padanya,
“Dari mana saja Mbak kok dapat roti enak?”
“Tadi aku silaturahmi ke tempat saudara-saudara dan pulangnya dibawain ini”, jawabnya. Beberapa tamu penginapan yg ada di kafetaria menoleh ke arah Indah ketika kami memasuki kafetaria penginapan. Zainal, mmh..”. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yg akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. Kepuasan yg kuperoleh mengantarkanku pada

Ibu Tiri Dan Anak Tiri Bagian Pertama, Makin Panas Makin Liar

Related videos