Cihuuyy! Bokep Mama Duren kembali mencumbu bagian wajahku.Aku mulai berpikir. Bahkan di boncengan motornya.Akibatnya harus kutanggung sendiri. ia tak tega meninggalkanku sendiri menginap di hotel. Terakhir saya keluar bersama ia minggu kemarin. Mana aman? saya ternyata hamil beberapa saat kemudian. Semenit kemudian, ia berkata, “Jangan khawatir, saya akan bertanggungjawab.” Heran, kubuka mataku. Dasar! Personal status pada waktu itu; sudah punya pacar, seorang pria bernama Venis (not with the P, but V) kepada siapa saya telah mempersembahkan milikku yang paling berharga, namun kini rasanya saya inginkan hubungan ini berakhir.Yang namanya spiritual, emotional, intellectual connection itu tak terasa di antara kami, mungkin yang eksis cuma intellectual.




















