Sambil menciumiku, dia bergerak dengan penuh irama. Bokeb Lidahnya meliuk-liuk piawai. Mungkin dikarenakan aku membuka pikiranku sedemikian rupa, sehingga tidak ada yang namanya beban berat di bahuku.Dan, oleh karena itu, aku mempunyai satu tujuan belajar internet. Wajahnya sangat dekat dengan wajahku hingga aku bisa merasakan nafasnya.“Coba kulihat.” katanya pelan semakin mendekatkan wajahnya. Aku memintanya untuk tidak terlalu menampilkan aku kedepan. Dan pada waktu pertama aku melihatnya, bahkan tanpa mengetahui bahwa dia mengendarai mobil, aku langsung jatuh hati pada penampilan fisiknya. “Ngapain kok kasar?”Seperti disiram air sedingin es, Fung tersadar. Selama perjalanan pulang dia tidak berbicara sepatah katapun.Demikian juga dengan diriku.




















