Deket kok rumahnya teh. Bokep Tengah malam itu kami sudah berdua didapur yang remang-remang. Mereka bebas datang kapanpun dan dengan siapapun. Sembari menjemur, farel masih tidak sadar kalau ada aku disampingnya. Lalu dengan terlihat dingin, laki-laki itupun menatapku balik. Tanpa lama-lama lagi, aku memeluknya erat dan sedikit menggigit pundaknya agar tidak teriak. Dia menjemur pakaian terakhirnya. Diam didekat pintu dapur sambil lirik sana sini, basa-basi menyapa mereka, mungkin hari itu sekitar kurang lebih 15 orang yang sedang berada dirumahku. Tapi dia tinggal sendiri, ortunya jadi TKW.” Kata Farel sambil menghampiriku dan duduk disampingku. Tanpa lama-lama lagi, aku memeluknya erat dan sedikit menggigit pundaknya agar tidak teriak.




















