Aku jemput dia di rumahnya, kebetulan orangtuanya sedang ke Jakarta, yang ada cuma kakaknya dengan pembantunya. sayang sekali kalau belum-belum aku sudah nakal, bisa-bisa dia mabur duluan. Bokep toket Terakhir, dia memberiku Compact Disc album Shania Twain, Vera bilang dengerin “You’re Still The One” dan jam tangan merek Omega Sport (aku tahu ini jam mahal). Sensasinya benar-benar tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Dan kebetulan dia memakai kemeja. Nggak tahu sih aku juga. Vera hanya tersenyum sambil mencium bibirku. Yang penting masih bisa diremas.“Ver…, kulepas ya…” kataku pelan-pelan, persis di samping telinganya. Padahal jika mesin mati satu, target produksi pasti bakal tidak terpenuhi. Matanya yang sayu menatapku. buat say hello. Singkatnya akhirnya aku tahu nama cewek itu. Lidahku dengan lidah Vera mulai bersentuhan, kuhisap lidahnya dan dia juga




















