Ayu kugandeng ke lift dan lift melumcur ke lantai 40, dimana aku tinggal. Melihat reaksinya, aku terus menggesekan jariku di liang memeknya yang sudah membanjir. Bokeptoket Jari kuselipkan ke branya dan mengkilik2 pentilnya. Ayu tidak bertahan lama dan akhirnya nyampe lagi untuk kesekian kalinya. Tangannya yang menjambak rambutku itu pun terkulai lemas. Ayu melenguh sakit, kemudian pentilnya yang menjadi sasaran berikutnya, kupilin dan kucubit pelan. kontolku ditancapkan ke memeknya, ayu melenguh keenakan, “Om kontol om nikmat banget deh”. Aku merasa lapar, ayu juga, “Om, Ayu laper om”, katanya. “Iya om”.Aku mencium telinganya, Ayu menggeliat kegelian, “om, nakal ih”. Aku juga minta disediakan MC dari bar yang bisa memandu beberapa games untuk memeriahkan suasana.Aku minta adikku menyediakan beberapa suvenir dari kantornya sebagai hadiah untuk games itu.




















