“Halo”. Bokeb Apakah itu berarti Om Ridwan sudah mengetahui tentang profesi sampingannya? Sebelum berdiri, sekali lagi Cinta melirik ke arah laki-laki dihadapannya. “Oke..”. “Serius Om?”. Detik itu juga Cinta merasa kalau langit telah runtuh diatas dirinya. Ternyata kembali Cinta salah. Cinta tersenyum dan berjalan mendekati Om Rudi yang masih duduk telanjang di atas ranjang. Cinta terus berusaha mengulur waktu. Dari segi wajah, Om Rudi ini jauh dari yang dapat didefisikan sebagai tampan. Cinta kemudian mengeluarkan laptop dari dalam tas. Om Ridwan kemudian melambaikan tangan memanggil pelayan untuk mendekat. Oke cukup, pikir Cinta. IPK-nya disetiap semester hampir tak pernah dibawah 3,0. Namun sekali lagi, perkiraan Cinta salah.




















