Mataku terpejam menikmati goyangan dari Hena“Sssshhh… Ouuhh… Aaahh… Aahh !” aku mendengar suara Hena mendesah ketika mataku masih tertuput.Begitu aku buka, Sungguh suster Hena ini memiliki tubuh yang sempurna, buah dadanya masih bulat dan tidak lonjong yang kebanyakan seperti buah dada wanita yang tidak mengurusnya. Bokeptoket Suster…! ya ada apa sus malem-malem ke sini” balasku.“Anu Pak abis jaga malam sih, tapi belum bisa tidur, makannya sekalian mau keliling-keliling dulu” ucap suster tersebutAku menjadi bingung sebab ngak tau kalau suster ini kebagian jaga malam juga. Tidak ada tanda-tanda penolakan walau wajahnya masih terlihat marah.“Satu…” suster itu mulai menghitung namun aku makin kurang ajar, dan tanganku makin nakal menggerayangi pahanya“dua…!” suaranya makin seriu.“Ti…” sebelum dia selesai menghitunganya, maka aku udah lebih dulu mencium bibirnya.“Mmm… Hmm… !” suster itu




















