Lilis melepas ciuman lalu mengerang sambil kepalanya mendongak menikmati remasanku. Anak seusia dia umumnya sdh tamat SMU. Film Porno dari ‘tampak luar’ saja sdh terlihat, tak harus ‘memeriksa’ ke dalam. Dada? Gerakannya makin gila. Aku lebih banyak berpikiran positif. Aku sampai. “Maafkan saya Kang …” katanya di sela-sela isakan tangisnya. Dalam kesibukan dia di ruang makan kadang dia bikin suara-suara benturan piring dan alat lainnya. Pembaca, jangan berpikiran macam-macam ya. Memangnya Aku sekurang ajar itu berani memeriksa dada sepupu isteriku ? Wajah mirip, hanya isteriku langsat dia sawo matang. Lalu, kubiarkan pikiranku mengelana, kubayangkan bentuk bungkahan yg menekan dadaku, tentunya masih kencang sebab dia belum punya anak dan belum setahun ‘dipakai’, dgn putingnya yg kecil dan kecoklatan.




















