“Duduk sini, Aryo”, kataku sambil menarik tangannya. Film Porno Kuurut perlahan kemaluannya, dan dia tetap mengerang. “Iya nih, salah ngambil tadi.”, jawabku sekenanya. “DJ, kamu di dalam?” kataku. Aku mulai membuka kaos yang sedang dipakainya, dan terlihat dadanya yang bidang, kulitnya yang putih bersih. Ketika itu dia telah berkutat dengan kancing celana jeans-ku. “Eh, Mas Den, tadi temen Mas nelpon, namanya Reza.”
“Oh ya? Kutindih Aryo di tempat tidurku, dan tanganku mulai mengusap-usap perutnya, dadanya. Ia hanya berkata tidak apa-apa. Segera saja dia memelorotkan celanaku. Aku segera menghidupkan TV dan menontonnya. Isinya kok cowok semua?”, tanya Aryo. “Nggak pa-pa sih, Aryo kira Mama ngomong yang aneh-aneh tentang Aryo ke Mas Deni”, kata Aryo.Kupandangi bocah kelas 2 SMU itu, manis banget nih anak, pikirku.




















