Dia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.Entah kenapa, tiba-tiba aku punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan. Bokeptoket Dan aku memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun.Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Dia melangkah gontai ke kamar mandi. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.“Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.“Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.“Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.Aku tidak bisa langsung menjawab.




















