“Gak apa-apa koq, yank… Cuma sebentar aja koq sakitnya, lagian aku bakalan pelan-pelan koq, tahan yah…” aku berusaha menenangkannya. Bokeptoket Awalnya dia kaget, setelah dia tau ini aku, sepertinya dia ngasih lampu hijau benderang dengan balas mencium bibir aku. Muka dia menarik dan cukup manis dengan rambut hitam ikal sebahu. Jadi bisa menghindari Vina dari kemungkinan untuk hamil.,,,,, Ternyata Vina gak mau kalah, dia langsung jongkok dan membuka resleting celana aku, ngeluarin penis aku yang sempat membuatnya terdiam sebentar karena ukurannya yang cukup besar (18×5). Agak susah nyari sudut pandang yang jelas, sementara kedua tangan nutupin kiri-kanan muka supaya bisa ngeliat jelas. Si Vina masih iseng didepan laptopnya. Nah, sekarang mau kemana ya? Untung aja kelas itu ada di lantai atas dan lampu yang nyala cuma




















