Secara diam-diam kami menjalin hubungan asmara tanpa sepengetahuan para guru ataupun teman-temanku. Karena itu kapi-pu n segeramembersihkan diri dengan tissue basah yang dibawa bu Fanny, dan kemudian kami merapikan diri lalu bergegas pergi meninggalkan gugdang itu. Bokeptoket Sembari terus dikulum buah zakarku di raba-raba dengan tangan kirinya,
“ Ssssssshhh… Yah bu seperti itu, nikmat sekali rasanya… Ouhhhh…, ” desahku nikmatku. Pada akhirnya aku-pun bisa menembus keperawanan Bu Fanny dengan kejantanku,
“ Tahan dulu yah Bu sakitnya, nanti juga lama-lama enak sendiri, ” ucapku mencoba menenangkanya seakan aku sudah berpengalaman dalam berhubungan sex.Sejenak aku diamkan kejantanan-ku menancap didalam vagina Bu Fanny, aku melakukan halite agar BU Fanny bisa menenangka diri karena kesakitanya tadi. Akupun saat itu menciumi leher Bu fanny sembari terus aku gesek-gesekan kejnatanku pada bibir Vagina-nya.

















